Skip to main content

Jenis-Jenis Firewall dan Fungsinya dalam Jaringan

Jenis-Jenis Firewall dan Fungsinya dalam Jaringan

Pengembangan teknologi dibuat berdasarkan kebutuhan dan fungsi penggunaan. Setiap perangkat gadget yang sering digunakan, sudah sewajarnya jika selalu terknokesi pada jaringan global yang dikenal dengan sebutan internet.

Terdapat berbagai macam jenis informasi yang bisa diakses melalui internet, baik itu dari smartphone, PC, Tablet, dan perangkat lainya. Namun kita harus menyadari bahwa ada sebuah ruang kejahatan yang mungkin bisa terjadi pada saat mengakses informasi di internet.

Maka dari itu perlu adanya perangkat tambahan untuk menyeleksi informasi yang aman pada saat terhubung dengan internet. Nama perangkat yang mampu menyeleksi jaringan aman disebut Firewall.

Pengertian Firewall


Dalam bahasa Indonesia firewall memiliki arti tembok api. Dalam penerapan teknologi, firewall digunakan sebagai pengaman perangkat. Entah itu perangkat keras maupun perangkat lunak, firewall dapat memberikan perlindungan akses jaringan aman dengan pengendalian lalu lintas pertukaran data. 

Sehingga firewall dari sini memiliki peran penting dalam pemberian izin akses koneksi pada jaringan yang telah diidentifikasi keamananya. Sebaliknya, jika terdapat akses koneksi yang mencurigakan, maka firewall tidak mengizinkan atau memberitahukan bahwa informasi yang diakses oleh pengguna tidak aman. 

Maka dari segi kebutuhan akan firewall, bagi pengguna individu maupun perusahaan perlu memanfaatkan kemanan jaringan komputer yang satu ini. Memungkinkan memberikan perlindungan akses koneksi perangkat digital dari oknum penyerang sistem jaringan, yang ada kemungkinan memiliki keinginan untuk mencuri data penting. 

Jenis-Jenis Firewall Pada Jaringan Komputer


Dari pentingnya fungsi firewall, untuk berbagai jenis kebutuhan akses koneksi jaringan. Terdapat jenis-jenis firewall yang perlu kamu ketahui dan pelajari, sebagai pengguna perangkat digital dan internet. 

#1. Packet Filter

Jenis firewall yang satu ini terbilang paling simpel diantara yang lainya. Dibekali dengan bua buat Network Interface Card (NIC), memiliki fungsi sebagai penyaring data yang diakses. Secara umum perangkat firewall ini dikenal dengan sebutan packet-filtering router. 

#2. Circuit Level Gateway

Jenis firewall circuit level gateway, terdiri dari beberapa komponen proxy server. Bekerja pada level tinggi pada model OSI sebaliknya dengan jenis packet filter. 

Memiliki fungsi pengamanan pada lapisan sesi (session layer). Adapun beberapa modifikasi bagian-bagian firewall yang tentunya sangat berguna bagi siapa saja yang ingin identitasnya yang beraikan dengan jaringan komputer terproteksi. Firwall circuit level gateway tak melakukan penyeleksian data atas beragam paket individual dalam akses suatu koneksi jaringan. 

#3. Application Level

Ada yang menarik dengan firewall yang satu ini, umunya dikenal dengan sebutan application level dapat juga disebut sebagai aplication proxy. 

Dari segi fungsi penggunaan dari firewall aplication level dapat mengakibatkan tidak mendapatkan izin akses paket untuk terkoneksi melewati sistem firewall secara langsung. 

Meskipun yang terjadi demikian, aplikasi proxy pada sistem komputer yang mengaktifkan firewall akan mengalihkan jalur permintaan koneksi tersebut pada layanan jaringan privat. 

Selanjutnya akan diteruskan kembali respon permintaan koneksi ke sistem komputer yang pertama kali membuat permintaan koneksi yang terdapat pada bagian jaringan publik. 

#4. Network Address Translation (NAT)

Jenis sistem firewall NAT ini menyediakan perlindungan secara otomatis terhadap sistem jaringan yang ada dibelakang firewall. Sistem firewall NAT, hanya dapat memberikan izin akses koneksi dari suatu komputer yang terletak di belakang firewall. 

Sementara itu fungsi penggunaan nat firewall yaitu untuk melakukan multiplexing pada lalu lintas pertukaran data jaringan internal, kemudian meneruskanya ke sistem jaringan komputer semacam MAN, WAN, atau jaringan yang bersifat luas seperti internet. 

Dengan cara tersebut memungkinkan paket tersebut seperti berasal dari sebuah IP address tertentu. NAT juga membuat sebuah tabel yang berisi bagian informasi data terkait koneksi yang terbaca oleh firewall. 

Memungkinkan juga, meletakkan seluruh sistem jaringan komputer di belakang IP address berdasarkan dengan pembagian identitas port-port NAT firewall. 

#5. Stateful  Firewall

Dikenal memiliki fungsi penting dalam menggabungkan berbagai jenis keunggulan yang dapat digunakan seperti pada firewall jenis packet filtering, circuit level, dan proxy pada sistem jaringan. 

Cara kerjanya yaitu melakukan filtering pada tiap bagian lalu lintas pada jaringan atas dasar karakteristik paket, seperti halnya dengan packet filtering yang memungkinkan melakukan penyeleksian pada tiap koneksi. Hal ini berguna dalam meyakinkan pada saat sesi koneksi tersebut diizinkan untuk mengakses data. 

#6. Virtual Firewall

Pada dasarnya sebuah sistem virtual tetap memiliki perangkat fisik seperti komputer. Pengaturan sistem virtual firewall ini memberikan izin jaringan untuk dapat dilindungi oleh firewall yang memiliki keunikan dalam menerapkan setiap ketentuan dan kebijakan keamanan sistem jaringan dengan cara memanfaatkan sebuah perangkat khusus.

Diharapkan dengan penggunaan virtual firewall, sebuah layanan internet service provider (ISP) dapat menerapkan layanan firewall kepada seluruh pengguna layanan agar koneksi jaringan dalam kondisi terenkripsi atau aman. 

Tentunya dengan adanya fasilitas inilah, dapat menekan biaya operasional yang cukup signifikan dibandingkan harus melakukan pengadaan firewall sendiri. Meskipun jenis virtual firwall ini hanya dapat ditemukan pada perangkat atas misalnya Cisco PIX335. 

#7 Transparent Firewall

Dari sekian jenis-jenis firewall yang telah disebutkan, terdapat jenis transparent firewall yang bisa juga disebut sebagai bridging firewall. 

Firewall ini bukanlah sebuah firewall murni, namun tetap memiliki fungsi seperti yang dikerjakan oleh firewall packet filtering.  Seperti sebutanya firewall ini tidak tampak oleh pengguna, sama halnya dengan stateful firewall. 

Demikianlah ulasan jenis-jenis firewall dan fungsinya dalam sebuah jaringan, semoga dapat menambah wawasan. 
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar, kritik maupaun saran kamu berdasarkan pembahasan yang sesuai dengan halaman ini. Kamu juga dapat menghubungi OmahJaringan melalui halaman kontak.
Buka Komentar
Tutup Komentar